Sabtu, 12 April 2014

surat untuk kakanda..

Waktu itu, malam pergantian tahun pertamaku di Jogja, tahun 2012...
waktu itu pertama kalinya aku melihatmu, kau sedang mengoperasikan laptopmu..
entah, saat itu juga aku merasa hal yang tak biasa..
wajahmu yang teduh, senyummu yang menenangkan, seakan damai melihatmu..
jatuh hati kah diriku? mungkin..
lalu semenjak saat itu aku berusaha mencari tau tentangmu..
lewat fb, aku mengamatimu..
terkadang kita juga berpapasan di jalan..
yang membuatku senang waktu itu, saat di swalayan..
aku yang hendak pulang dan kau baru tiba, kita saling menatap..
lalu kau tersenyum padaku..
sejak saat itu aku makin kagum padamu, kau murah senyum..
bahkan kau tidak tau aku..
~
waktu berjalan..
sudah  dua tahun..
sudah dua tahun aku mengagumimu secara rahasia..
perasaan inipun naik turun..
aku mendengar kau hendak menikah, aku tau dengan siapa kau dekat..
akupun mulai menyerah, karena memang..
karena memang dari diriku sendiri juga tidak memperjuangkan rasa ini..
karena aku kagum padamu, hanya kagum..
~
sampai suatu ketika..
aku melihat postinganmu di fb..
entah mengapa, postingan itu..
saat pertama aku membacanya, tiba-tiba rasa kagumku hilang..
selama ini kau yang ramah, sederhana..
~
mungkin memang bagi sebagian orang yang membacanya , itu biasa saja..
tapi entah, bagiku..
rasa kagum yang begitu cepat muncul pada diriku saat pertama kali melihatmu
begitu cepat pula hilang saat pertama aku membaca tulisan itu..
~
maaf..
maaf..
maaf..
~
aku berhenti menjadi pengagum rahasiamu..