Terik sinar surya menyinari tiap kisi-kisi di kamarku
Merambat dan
terpantul dinding ke sisi lain kamarku
Angka 6 ditunjuk
jarum pendek
Ah, raga ini
seperti tertindih karung goni berisi padi
Tapi kekuatan
sisa mimpi mampu melawan
Hari itu, hari
di mana akhir alam semesta akan terjadi
Seperti biasanya
Lorong selatan
dan timur sepi
Pintu-pintu
tempat mereka bersembunyi masih tertutup
Aku sadari satu yang
hilang
Seseorang yang
sebangun denganku tiap pagi
Di kamar sebelah
dimana kegaduhan pagi mulai terjadi
Ya, temanku,
temanku telah pergi
Dia telah
menemukan tempat baru yang lebih asri
Dimana samping-samping
bangunan terbentang padi-padi
Dengan teman-teman
yang penuh ceria
Apakah aku
bahagia?
Ya, tentu saja
aku bahagia
Melihat dia
menemukan kemudahan dalam menuntut ilmu
Apakah aku
sedih?
Ya, tentu saja
aku sedih
Tiada lagi teman
yang menemani ketika aku sendirian di bangunanku ini
Tiada lagi
gurauan yang mengisi hari-hariku
Tiada lagi yang
berdiri di depan kamarku sambil mengoceh
Tapi kesedihanku
tidaklah bermakna
Jika senyum
bahagia yang dia tampakan padaku
Aku membuat puisi ini untuk teman kostku, mbak Shinta :) aku tulis tanpa judul, karena belum menemukan judul yang pas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar